Jakarta, Intermask – Sepanjang 2025, sebanyak 4,7 juta kendaraan bermotor dari total 16 juta objek kendaraan bermotor yang terdaftar di Jawa Tengah menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan demikian, hanya sekitar 11,3 juta kendaraan yang sudah membayar pajak hingga akhir 2025. Penunggakan ini menyebabkan hilangnya potensi pendapatan daerah hingga sekitar Rp2,1 triliun.
Danang Wicaksono selaku Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa kejadian ini selalu berulang setiap tahun. “Artinya masih ada 4,7 juta penunggak pajak. Setiap tahun, kejadian ini selalu berulang” kata Danang sebagaimana dilansir pajaknow.id
Namun demikian, tidak seluruh kendaraan yang tercatat menunggak masih aktif beroperasi. Hal ini bisa terjadi karena kendaraan sudah rusak berat, hilang atau dicuri, serta tidak lagi digunakan namun belum dilaporkan. Oleh karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus melakukan proses pembersihan data kendaraan untuk memperoleh angka rill.
“Setelah dilakukan penyisiran data, jumlah kendaraan yang benar-benar aktif tetapi belum memenuhi kewajiban pajak diperkirakan sekitar 2,7 juta unit. Secara perlahan kami coba bersihkan [data],” tutur Danang, Kamis (8/1/2025).
Di tengah kondisi tersebut, realisasi penerimaan PKB Jawa Tengah sepanjang 2025 tetap menunjukkan kinerja yang positif. Penerimaan PKB tercatat mencapai Rp3,96 triliun atau 95,31% dari target sebesar Rp4,15 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,8 triliun. “Yang berhasil kita kumpulkan murni tanpa opsen itu sebesar Rp3,960 triliun. Dari target Rp4,155 triliun, artinya tercapai 95,31%,” ujarnya, dikutip dari kompas.com
Sementara itu, kondisi berbeda justru terjadi pada penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sepanjang 2025, realisasi penerimaan BBNKB hanya mencapai Rp1,741 triliun dari target Rp2,5 triliun atau mengalami shortfall sekitar Rp787 miliar. Danang menyebut bahwa penurunan pembelian kendaraan baru terjadi secara merata di berbagai daerah bukan hanya di Jawa Tengah karena melemahnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor. “Drop cukup dalam itu BBNKB karena pembelian kendaraan baru turun. Pembelian kendaraan bermotor se-Indonesia turun semua.” ujarnya.
Sumber: 4,7 Juta Kendaraan Menunggak PKB, Jateng Kehilangan Potensi Rp2,1 Triliun
*Disclaimer*

