Intermask, Jakarta – Pemerintah Australia mengumumkan kebijakan pemangkasan pajak bahan bakar hingga 50% sebagai langkah darurat untuk menekan lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Iran dan gangguan pasokan minyak global. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada 30 Maret 2026.
Menurut Albanese, pemerintah akan memotong setengah pajak cukai (fuel excise) untuk bensin dan diesel selama tiga bulan. Kebijakan ini diperkirakan dapat menurunkan harga bahan bakar sekitar 26,3 sen dolar Australia per liter, sehingga memberikan bantuan langsung bagi rumah tangga yang terdampak kenaikan biaya hidup.
Selain memangkas pajak bahan bakar, pemerintah juga menghapus sementara biaya penggunaan jalan bagi kendaraan berat selama periode yang sama. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan menjaga stabilitas distribusi barang di tengah ketidakpastian pasar energi global.
Kebijakan tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Sekitar 20% pasokan minyak global biasanya melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang terganggu sejak konflik meningkat. Akibatnya, harga minyak Brent melonjak hingga 59% pada Maret 2026 dan mencapai sekitar US$115,66 per barel, salah satu kenaikan bulanan terbesar dalam sejarah pasar energi.
Lonjakan harga energi tersebut juga tercermin pada pasar domestik Australia. Data industri menunjukkan bahwa harga diesel di beberapa wilayah telah melampaui A$3 per liter, sementara harga bensin mencapai sekitar A$2,50 per liter. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada transportasi dan distribusi bahan bakar.
Dari sisi fiskal, pemangkasan pajak ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar A$2,55 miliar bagi anggaran pemerintah. Menteri Keuangan Jim Chalmers menyatakan bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk memberikan bantuan cepat kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah krisis energi global.
Selain kebijakan fiskal, pemerintah Australia juga meluncurkan rencana keamanan energi nasional yang melibatkan koordinasi dengan pemerintah negara bagian untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap berjalan, terutama di wilayah regional. Pemerintah juga membuka kemungkinan pembiayaan impor bahan bakar darurat melalui Export Finance Australia guna menjamin ketersediaan pasokan bagi industri.
Langkah ini menunjukkan bagaimana pemerintah di berbagai negara mulai menggunakan kebijakan pajak sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, khususnya ketika terjadi guncangan eksternal pada pasar energi global.
Sumber
Reuters – Australia to halve tax on petrol to bring down costs in wake of Iran war (30 Maret 2026). (Reuters)

