Jakarta, Intermask – Gubernur California, Gavin Newsom, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap usulan pajak kekayaan (wealth tax) bagi kaum miliarder dengan menyebut kebijakan tersebut “makes no sense.” Newsom berargumen bahwa langkah ini sangat berisiko memicu eksodus penduduk terkaya ke negara bagian lain yang memiliki beban pajak lebih rendah, yang pada akhirnya akan merusak stabilitas anggaran California.
Sikap keras Newsom ini juga dinilai oleh banyak pengamat sebagai langkah strategis politik untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin Demokrat yang moderat dan ramah bisnis, terutama saat ia mulai dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk pencalonan presiden pada tahun 2028.
Di sisi lain, usulan pajak ini telah memicu perpecahan besar di sektor industri, khususnya di kalangan raksasa teknologi Silicon Valley. Para pelaku industri teknologi kini terbelah; sebagian melihat pajak tambahan sebagai instrumen penting untuk mendanai layanan publik dan mengatasi kesenjangan sosial yang ekstrem, sementara yang lain menganggapnya sebagai ancaman yang akan menghambat inovasi dan mendorong pelarian modal.
Ketegangan ini menempatkan California pada posisi yang sulit antara mempertahankan statusnya sebagai pusat teknologi dunia atau memenuhi tuntutan keadilan sosial dari kelompok progresif.
Keputusan Newsom untuk menentang faksi progresif di partainya sendiri menunjukkan upaya untuk menjauhkan diri dari label “kiri jauh” yang sering disematkan pada politisi California. Dengan menolak pajak kekayaan ini, ia berusaha meyakinkan para donor besar dan pemilih moderat di tingkat nasional bahwa ia mampu mengelola ekonomi secara pragmatis tanpa membebani sektor swasta secara berlebihan. Meskipun mendapat tekanan kuat untuk melakukan redistribusi kekayaan, Newsom tetap fokus pada perlindungan iklim investasi demi menjaga daya saing California di kancah global.
Sumber:

